Cerdaskan Bangsa dengan Majukan Perpustakaan

Cerdaskan Bangsa dengan Majukan Perpustakaan

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS. Arif Fadillah mengatakan Pemerintah Daerah berkomitmen kuat untuk memajukan perpustakaan umum. Salah satunya dengan membangun sebuah perpustakaan yang representatif sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

“Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau saat ini berada tepat di tengah kota. Sengaja kita tempatkan di tengah kota agar mudah diakses oleh setiap masyarakat dan sebagai wujud komitmen bersama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa seperrti tertuang  dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Arif saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Rapat Kerja Pusat XXII dan Seminar Ilmiah Ikatan Pustakawan Indonesia Tahun 2019 di Harmoni One Batam, Ahad (07/07) malam.

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Ketua Umum Pustakwan Indonesia Teuku Syamsul Bahri, Direktur Perpustakaan Nasional  Singapura Miss Tan Huism, Vice President Frank Fort Fair Miss Claudya Kaiser, Perwakilan DPRD Provinsi Kepri, serta Para Pustakawan dari seluruh Indonesia.

Arif mengatakan bahwa kemajuan suatu daerah dipengaruhi oleh kemajuan literasi masyarakatnya. Mengenai hal ini Kepulauan Riau memiliki bukti bahwa perpustakaan dan pustakawan mampu menghasilkan sebuah peradaban yang maju.

Kepulauan Riau, cerita Arif,  pada masa lampau pernah mengalami puncak kejayaan dibidang literasi. Ini semua tak lepas dari peran pustakawan dan perpustakaan yang ada dimasa itu. Mungkin hadirin disini pernah mendengar nama Raja Ali Haji, seorang pujangga yang dikenal dengan karyanya Gurindam Dua Belas. Melalui bukunya yang berjudul “Bustan Al Katibin” dan “Kitab Pengetahuan Bahasa”. Raja Ali Haji menyusun standard tata bahasa melayu yang kemudian diadopsi menjadi dasar Bahasa Nasional yang dipergunakan pada hari ini.

“Jadi bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa Nasional, bahasa pemersatu bangsa ini, asal-usulnya adalah lahir dari karya Raja Ali Haji yang berasal dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau,” tegas Arif.

Selain itu, Kepulauan Riau juga memiliki seorang tokoh literasi yang kami banggakan. Beliau adalah Yam Tuan Muda Riau X, Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi. Pada abad ke-19, beliau telah mendirikan sebuah perpustakaan umum di Pulau Penyengat yang dikenal sebagai Khutub Kanah Yamtuan Ahmadi. Perpustakaan ini memiliki ribuan koleksi yang dibeli langsung dari Mesir, Madinah dan India.

Selain mendirikan perpustakaan, Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi juga mendirikan sebuah percetakan yang dikenal sebagai Mathba’at Al-Ahmadiyah. Percetakan ini telah banyak mencetak dan mendistribusikan karya-karya penulis dari Kepulauan Riau maupun wilayah sekitar.

“Berkat jasa-jasa beliau, kami dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara khusus memberikan penghormatan dengan menabalkan nama beliau menjadi nama perpustakaan umum Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Arif.

Pada kesempatan ini Arif turut mendoakan agar pelaksanaan Rapat Kerja Pusat XXII dan Seminar Ilmiah Ikatan Pustakawan Indonesia Tahun 2019 dapat berjalan dengan sebagaimana yang diharapkan serta mengajak kepada seluruh pustakwan dan juga insan perpustakaan yang hadir pada acara ini untuk terus menghasilkan karya-karya yang gemilang. Tak lupa pula dirinya mengucapkan mengucapkan HUT ke-46 Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI).

“Selamat ulang Tahun IPI, semoga diusianya yang cukup matang, IPI dapat menjadi organisasi profesi yang solid dan mandiri serta peka terhadap perubahan-perubahan yang berkembang. Jalani profesi yang anda tekuni dengan ikhlas, InsyaAllah akan menjadi ladang pahala yang balasannya adalah syurga. Jaya selalu pustakwan Indonesia,” tutup Arif. (Hzh)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *