Jaga Sinergitas Kepri dan Riau

Jaga Sinergitas Kepri dan Riau

Wakil Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto menghadiri kegiatan halal bihalal warga Rokan Hilir Batam, Minggu (30/06) di Hotel Harmoni, Batam Center, Kota Batam.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Kabupaten Rokan Hilir H. Suyatno dan Wakil walikota Batam Amsakar Ahmad. Adapun tema yang dikedepankan adalah ‘dengan halal bihalal kita tingkatkan silaturahmi dan kebersamaan warga rokan hilir Batam’.

Dalam sambutannya Wagub berterimakasih kepada Gubernur Riau, Bupati Rohil serta seluruh masyarakat Rohil yang berada di Kepri, khususnya Batam. Karena sedikit atau banyak, dan langsung atau tidak langsung sudah ikut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan di Kepulauan Riau. Lebih jauh Wagub menginginkan agar kedekatan antara Riau dan Kepri bisa tetap terus terjaga dan bisa saling mengisi kekurangan masing-masing.

“Dua tahun berturut-turut saya diundang dalam acara yang sama. Bagi saya ini sebuah penghargaan. Warga Rohil di Kepri ini tidak hanya di Batam saja, tapi di Kabupaten dan kota lainnya juga ada. Apapun yang kita lakukan di Kepri selama ini adalah bentuk sinergi untuk kita semua,” kata Isdianto.

Menurut Isdianto, Masyarakat Rohil yang ada di Batam kurang lebih 2.000 orang. Jumlah tersebut merupakan cukup lumayan. Pemerintah Provinsi Kepri sangat mengharapakan terus kontribusi dari seluruh warga Rohil tersebut. Yakni kontribusi pemikiran untuk kelangsungan pembangunan yg ada di Kepri. Karena Kepri selalu membutuhkan sumbang, saran serta pemikiran-pemikiran brilian dari siapapun untuk kemajuan.

“Kebijakan kami jika tanpa dukungan masyarakat dan stakeholder lain tentu tidak akan bisa berjalan dengan baik. Oleh karena iti melalui acara hala bihalal ini mari kita bergandengan tanggan, saling bahu membahu, saling bertukar pikiran untuk kelangsungan pembangunan Kepri,” ujar Isdianto lagi.

Sementara itu Wakil walikota Batam Amsakar Ahmad mengatakan jika Batam sering disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Keragaman lengkap semua ada di kota Batam, kekerabatan semua ada di Batam, dan jika ingin berbicara jati diri tidak lebih dari 18 persen Melayu dalam arti luas yg ada di Batam selebihnya pendatang.

“Batam di bangun dengan design yang berbeda dengan kota atau kabupaten lainnya yang ada di Indonesia, dan isinya dari berbagai suku agama dan ras. Makanya Batam ini simbol miniatur yang disebut-sebut tersebut,” katanya.

Pemko Batam, dengan APBD sebesar Rp2.7 triliun sedang konsentrasi dala. pembangunan insprastruktur, dengan harapan bisa mengubah wajah kota Batam melalui infrastruktur moder dan tetap menjaga Batam sebagai kota Madani.

Sedangkan Bupati Rohil H.Suyatno, A.Mp dalam sambutannya mengatakan bahwa warga Rohil yang ada di Batam insya Allah akan terus berkontribusi terhadap pe.bangunan di Kepri, khususnya Batam. Suyatno juga melihat jika jakan-jalan di Kota Batam saat ini lebih luas dan bersih tentu karena sinergisitas semua elemen masyarakat, termasuk warga Rohil yang ada di Batam.

Tampak hadir juga Anggota DPRD Kepri Tengku Afrizal Dahlan, Ketua DPRD Rohil H.Nasrudin Hasan, Sekda Rohil H.Surya Arwan, Dandim 0321 Rohil, Ketua IKROHIL Batam Makmur AT, Kepala dinas Pariwisata KepriBuralimar, Staf khusus Gubernur H.Saidul khudri dan H.Herizal Hood. (Rsa)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *