Ke Lingga, Menyemai Rindu, Menebar Virus Entrepreneur

Ke Lingga, Menyemai Rindu, Menebar Virus Entrepreneur

Gelap malam bukan halangan untuk berlayar. Bertemu masyarakat, menjemput aspirasi juga menebar virus-virus kebaikan selalu menjadi agenda.

Perjalanan ini yang dilakukan Gubernur H Nurdin Basirun menuju Kabupaten Lingga, sejak Selasa (4/12) petang. Usai serangkaian acara di Batam, Nurdin langsung berlepas ke Pulau Singkep dari Telagapunggur.

Tepat 16.45 wib, Gubernur dan rombongan tiba di Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep. Di Singkep, Nurdin membuka  Turnamen Sepak Bola di Desa Lanjut. Usai dari Desa Lanjut, Nurdin kembali ke pelabuhan.

Nurdin bergerak menuju Pulau Kelombok.  Di Kelombok, Nurdin meresmikan Kampung KB Tingkat Desa Tahun 2018 di Desa Kelombok Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga.

Di sini Nurdin mulai menebar semangat kebersamaan dan kebaikan. Kepada para ustaz-ustazah, Gubernur menitipkan anak-anak generasi penerus untuk dididik dengan nilai-nilai keagamaan. Agar mereka lebih kuat lagi dan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidupnya kelak.

“Kehadiran saya secara langsung, agar bisa mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat dan seperti inilah realita yang terjadi,” kata Nurdin.

Di Desa Kelombok, masyararakat melalui Kepala Desa memang meminta bantuan. Mendengar jenis permintaan itu, Nurdin mengatakan bahwa bantuan yang diminta oleh masyarakat akan diupayakan. Karena bantuan yang diminta semata-mata memang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar bisa lebih baik lagi.

Karena itu, dalam waktu dekat, Gubernur akan kembali lagi ke Desa Kelombok bersama Dinas Kelautan dan Perikanan. Mereka kembali untuk melakukan peninjauan ataupun studi tentang budidaya ataupun tambak yang diminta.

“Semua yang diminta oleh masyarakat akan diakomodir selagi tidak melanggar ketentuan dan peraturan yang berlaku sehingga bisa terealisasi dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Nurdin.

Sarana dan prasarana olahraga juga, kata Nurdin, akan diperhatikan. Karena untuk menciptakan generasi penerus yang sehat jiwa dan rohaninya.

Nurdin minta kepada generasi penerus dan masyarakat Desa Kelombok kembangkanlah jiwa enterpreneur. Sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Kepala Desa Kelombok, Idrus memang menyampaikan bawa desa mereka sedang mengembangkan budidaya tambak ikan kerapu, budidaya rumput laut dan perbaikan terumbu karang. Hal ini semata-mata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dari Kelombok, Nurdin kembali berlayar ke Daik, Lingga. Di sini Nurdin menghadiri Pagelaran Budaya Menyemai Rindu di Kampung Cina, Daek Lingga. Nurdin tiba sekitar pukul 21.00 WIB.

Pada acara ini tampak hadir anggota DPR RI Dapil Kepri Dwi Ria Latifah, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Kepala Biro Humas Protokol dan Penghubung Kepri Nilwan, Tokoh Masyarakat H Encek Arsyad Kepala Dinas Kebudayaan Lingga H. Muhammad Ishak dan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bakhri.

Di Kampung Cina, Nurdin bersama Wakil Bupati juga melakukan peninjauan pasar malam yang sangat ramai dihadiri masyarakat. Setelah itu Nurdin menuju lokasi acara Panggung Penyair Pagelaran Budaya Menyemai Rindu dimana Gubernur, Wakil Bupati, Kadis Kebudayaan Lingga, Tokoh Masyarakat dan Presiden Penyair Indonesia menjadi pembicaranya

Di Kampung Cina sudah terjadi 5 kali kebakaran yang menghanguskan kawasan yang banyak meninggalkan sejarah maupun suka dan duka. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan acara untuk Mengenang 1 Tahun kebakaran Kampung Cina. Gubernur merasa bangga bisa bergabung dalam acara ini.

“Malam ini merupakan bukti kekuatan dari jalinan silaturahmi yang kita bangun. Kita bisa berkumpul bersama dan mencari solusi untuk menghidupakan kembali kawasan ini,” kata Nurdin.

Nurdin menyampaikan bahwa setiap musibah dan bencana yang terjadi semua diberikan oleh Allah SWT sebatas dengan kemampuan dari umat yang menerima cobaan tersebut. Sehingga dengan kesabaran dan keikhlasan maka keberkahan akan  diraih. Di Kampung Cina ini terdapat berbagai macam ragam suku bangsa seperti Melayu, Jawa, Batak dan Cina membaur menjadi satu untuk membangun kembali kampung yang sudah dikenal masyarakat ini.

“Dengan mengenang satu tahun musibah kebakaran yang terjadi, kita tumbuhkan gotong royong, bahu membahu dan semangat kebersamaan sehingga bisa kembali seperti sedia kala dan bangkit lebih maju lagi,” ajak Nurdin.

Nurdin menyampaikan bahwa di dalam kehidupan bermasyarakat perbedaan merupakan hal yang biasa. Maka dari itu, Nurdin mengajak semua menjauhi sifat adu domba dan memecah belah agar kerukunan umat beragama dan suku bangsa bisa terjaga toleransinya. (Ade)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *