Kembalikan Kejayaan Penyengat dengan Ruh Alquran

Kembalikan Kejayaan Penyengat dengan Ruh Alquran

Gubernur H Nurdin Basirun optimis sejarah dan nama besar yang disandang Pulau Penyengat sejak dahulu akan semakin kuat dibidang keagamaan. Terlebih jika dikemas dengan komitmen penuh semua pihak untuk konsen di bidang tahfiz quran.

“Jika niat ini terwujud kedepan apabila masyarakat berkunjung ke pulau ini disetiap sudut kampung banyak dijumpai santri tahfiz yang senantiasa berbaur dengan warga dan terlihat aktivitas kegiatan santri dalam syiar Al Quran di pulau tahfiz ini,” ujar Nurdin usai safari subuh dan membuka karantina Pulau Tahfiz di Masjid Raya Sultan Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Senin (1/7).

Selain itu, Nurdin juga ingin tidak hanya anak-anak dari luar saja yang berkesempatan belajar disini namun juga anak daerah turut menjadi prioritas.

Untuk itu Nurdin meminta kepada para orang tua agar tidak ragu mengajak anak-anaknya untuk belajar disini, apalagi manfaatnya begitu besar karena belajar al quran dan agama merupakan investasi yang berharga bagi masa depan.

“Sehingga anak-anak tempatan bersemangat dalam belajar dan turut serta mensyiarkan Al Qur’an sebagaimana para leluhurnya di pulau penyengat,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pulau Tahfidz Ustaz Ruli Attaqi melaporkan untuk angkatan kedua ini terdapat santri sebanyak 30 orang (12 orang putra dan 18 orang putri. Tahun ini ada 1 orang anak Penyengat yang ikut menghafal Al Quran.

“Kita ingin mengembalikan kejayaan pulau penyengat dengan ruh Al Quran sebagaimana yang ditinggalkan oleh leluhur kita didepan pintu masuk Masjid berupa tulisan tangan Mushaf Al Quran,” kata Ustaz Ruli.

Ada yang menarik bahwa salah santri berasal dari New York meskipun orang tua asli dari Payakumbuh. 14 tahun tinggal di New York dan pertama kali ke Indonesia langsung ingin belajar al quran di pulau penyengat.

Kemudian terdapat program kegiatan lainnya yang bersifat lanjutan bahwa setiap santri akan diberi amanah membina khusus anak-anak penyengat ke rumah rumah minimal 1 santri membina 5 anak penyengat.

“Untuk pemusatan santri tahun ini selain di tanjung datok juga ada di kampung bulang pulau penyengat sehingga manfaat bagi lingkungan untuk keberadaan santri tahfidz merata,” lanjutnya. (Aldo)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *