Siapkan Diri Hadapi Era Digital

Siapkan Diri Hadapi Era Digital

Gubernur H  Nurdin Basirun meminta para pengusaha UKM segera menyesuaikan diri menghadapi era industri digital. Jangan lagi ketergantungan untuk berjualan secara langsung, namun sudah beralih ke sistem jualan online.

“Bukan pengusaha UKM saja yang harus mempersiapkan diri pada perubahan, kami di pemerintahan juga menyesuaikan diri menghadapi era digital ini. Salah satunya dengan melakukan reformasi birokrasi, terutama dalam mempermudah perizinan,” kata Nurdin  pada Seminar Kewirausahaan Nasional, Rabu (5/12) di Hotel Harmoni One, Batam. Acara tersebut dihadiri ratusan pelaku usaha UKM se Kepri.

Tidak itu saja, Nurdin juga meminta pelaku UKM dan masyarakat mengubah mindset (cara berfikir) dalam menghadapi era digital tersebut. Pelaku UKM dan masyarakat harus memiliki jiwa entrepreneur. Jiwa pantang menyerah dan kuat menghadapi  tantangan. Mempunyai keinginan untuk maju yang kuat dan menghadapi masalah dengan penuh optimis.

Gagal bagi seorang entrepreneur (wirausaha), kata Nurdin adalah hal biasa. Kegagalan bagi mereka adalah ilmu lapangan yang tidak ditemukan dalam sekolah  formal atau seminar.

“Dengan  melihat kehadiran dan antusias yang datang ini seperti menjadi awal  kejayaan Kepri. Maka jagalah terus komunikasi, jaga nama baik dan selalu bina  jaringan. Itu lah modal sesungguhnya. Bukan uang seperti yang dilontarkan selama ini, ” pesan Nurdin.

Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM,  Ruly Nuryanto mengatakan setiap pelaku UKM mau tidak mau harus segera menguasai perdagangan era digital. Semua pergerakan dunia hari ini sudah bergerak ke era digital. Internet dan media sosial menjadi wadah penting dalam menginformasikan apa saja ke masyarakat.

“Pelaku UKM hari ini sudah harus mampu menguasai internet, akrab dengan berbagai media sosial yang ada. Dengan begitu daya jangkau produknya lebih luas dan tidak terbatas pada daerah tertentu saja atau sekelompok orang saja,” jelas Ruly.

Saat ini dunia masuk ke indutri digital atau dengan istilah 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat. Hal itu katanya membawa konsekuensi yakni  akan banyak bidang pekerjaaan rutin yang  digantikan teknologi. Semua serba online.

Para pelaku UKM, lanjut Ruly  jangan pesimis  menghadapi perkembangan IT karena juga membuka banyak peluang. Salah satunya usaha yang  berkaitan dengan ekonomi krearif yakni usaha-usaha  yang  memanfaatkan teknologi seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan lain-lain.

“Tantangannya adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat kita. Bagi para pelaku UKM perkembangan teknologi harus dikuasai.  Pelaku usaha tidak bisa lagi bicara rasa saja tetapi sudah harus memperhatikan design atau interior. Karena generasi yang dihadapi saat ini genarasi update yang semua kegiatannya diupdate di media sosial,” ungkap Ruly.

Khusus Kementerian Koperasi dan UKM dikatakan Ruly sudah melakukan banyak hal mendukung era digital untuk UKM. Diantaranya membuat kemudahan legelitas usaha seperti HAKI, mengadakan promosi ekonomi digital antar negara, diskusi joint cooperation untuk pengembangan start-up dan lainnya. (Uml)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *