Tutup Ramadan dengan Penuh Suka Cita

Tutup Ramadan dengan Penuh Suka Cita

Menyambut malam takbir Idul Fitri 1440 H, Gubernur H Nurdin Basirun menutup rangkaian Safari Ramadannya di Pulau Penyengat, Selasa (4/6) petang, tepatnya dengan menunaikan majelis Iftar dan shalat maghrib di Masjid Sultan Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Turut hadir mendampingi Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Asisten Bidang Perekonomian Syamsul Bahrum, Kaban Kepegawaian Firdaus, Kadis Kelautan Eddy Sofyan, Kadis Ketahanan Pangan Ahmad Izhar, Kabiro Kesra Aiyub dan Dirut Quran Center Mahadi Rahman.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin mengajak seluruh umat muslim di Kepulauan Riau untuk menutup bulan ramadan dengan penuh suka cita. Bekal ibadah, iman dan takwa yang selama satu bulan penuh di pupuk agar kedepan dapat terus dipertahankan.

“Kita sebagai umat muslim tentu sedih ketika ramadan berakhir, namun apa yang telah kita pupuk selama sebulan ini diharapkan mampu menjadi bekal serta ditingkatkan pada bulan-bulan selanjutnya,” ujarnya.

Nurdin melanjutkan, sebagai umat muslim yang taat tentu mendapatkan kesempatan bertemu kembali di bulan ramadan berikutnya merupakan keinginan yang selalu terbesit didalam hati umat.

“Maka mari kita bersama-sama berdoa agar kembali dipertemukan pada ramadan tahun berikutnya,” lanjut Nurdin.

Sebelum tiba di Penyengat, Nurdin yang mengendarai sendiri pompong yang disewanya untuk kemudian menyisiri kawasan pembangunan Gurindam 12 hingga sampai ke pesisir Kampung Teluk Keriting.

Nurdin memanfaatkan waktu berbuka yang masih 45 menit sejak dirinya bertolak dari dermaga itu untuk meninjau telah sejauh mana kawasan Gurindam 12 yang masih dalam proses pembangunan tersebut.

Sempat beberapa kali pompong yang dikendarainya tersebut terhenti akibat mesin tersangkut sampah-sampah dilaut, ini yang menjadi konsen Nurdin yang terus menghimbau kepada seluruh masyarakat terlebih yang tinggal dikawasan pesisir agar menjaga laut dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Jaga lingkungan kita ini apalagi kita daerah Kepulauan yang lebih menonjolkan kawasan laut sebagai kekayaan bahari,” katanya.(ald)

Sharing berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *